Penguatan SDM dengan IKM

Pada hari kamis kemarin (11/08) Kepala bidang Pendidikan dan Pengajara mengadakan acara Diklat Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) yang dihadiri oleh seluruh Tenaga Pendidik dan Kependidikan, seluruh dewan guru dan kepala sekolah semua unit. Acara tersebut dibuka oleh kepala Kemenag Banyuwangi yaitu Dr. H. Moh. Amak Burhanuddin, M.Pd dengan Narasumber Lina Kamalin, M.Pd.

Pada tahun – tahun sebelumnya para guru di Indonesia sama menggunakan metode kurikulum 2013 yang berbeda dengan tahun kali ini. Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi membuat kurikulum baru yang dinamakan dengan kurikulum merdeka yaitu kurikulum dengan pembelajaran terstruktur yang variatif dimana konten yang dihasilkan akan lebih optimal supaya peserta didik mempunyai cukup waktu dalam memahami konsep dan menguatkan kompetensi. Adapun tujuanya yaitu untuk mengembangkan kemampuan literasi digital serta numerasi siswa yang dimiliki secara maksimal.

Sebenarnya kurikulum ini sudah diberlakukan oleh para guru dan santri di dalam pesantren lebih awal karena mengingat mereka yang dapat menghadapi dan menyelesaikan berbagai masalah dengan sendirinya, seperti halnya santri lebih awal menjadi kutu buku di perpustakaan kitab, dari pemahaman mereka mengikuti Bahtsul Masail di berbagai daerah untuk mengukur pemahaman dan kemampuanya dalam memahami kitab yang dibaca. Selain itu juga, kemampuan numerasinya yang terkait menalar sebuah permasalahan yang dihadapi di sekolah madrasah di pondok yang harus mereka selesaikan secara mandiri. Dari pengalaman tersebut mereka itulah yang akan menjadi cikal bakalnya mereka mampu menghadapi hidup di masyarakat kelak.

Acara tersebut berlangsung selama tiga hari mulai hari kamis kemarin mulai pukul 08:00 – 15:30 WIB, jum’at pukul 08:00 – 15:00 WIB, dan hari sabtu pukul 08:00 – 09:30 WIB. Perlu diketahui juga bahwasanya suatu kurikulum Pendidikan itu hanya dapat dirubah setiap delapan tahun sekali dengan di bawah wewenang Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi.

Dari berlangsungnya awal acara sampai dengan akhir dapat berjalan sesuai rencana. Harapan dari bapak Syaiful selaku Tim Pengendali Mutu Kurikulum di pesantren mengatakan “Semoga SDM para dewan guru dan karyawan bisa lebih baik serta profesionalnya meningkat dalam rangka untuk mewujudkan mutu pendidikan pesantren yang lebih baik. (RBD)

Leave a Comment